Karena Bosan Akibat Pandemi Covid-19, Seorang Pria Memasukan Alat kelaminnya ke Gembok Yang Tidak Ada Kuncinya

Bangkok - Dilanda rasa bosan, seorang pria di Thailand dilaporkan memasukkan alat kelamin ke gembok yang tidak ada kunci. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak negara menerapkan kebijakan yang membatasi kerumunan, dan sebisa mungkin menjaga warga berada di rumah.

Beberapa orang tentu berusaha mengusir rasa bosan dengan melakukan hobi mereka, atau mencoba menemukan kegiatan menyenangkan lain.

Namun jika telanjur bosan, apa yang akan dilakukan? Nah, pria yang tinggal di Bangkok ini mencoba cara ekstrem. Lelaki berusia 28 tahun yang tinggal bersama ibunya itu disebut memasukkan penisnya ke sebuah gembok,

dilansir Globe of Buzz Jumat (13/8/2021). Sialnya, ternyata kunci gembok itu hilang. Merasa malu, pria yang tak disebutkan identitasnya itu tak memberi tahu ibunya.

Namun setelah dua pekan berlalu, alat kelamin laki-laki itu malah membengkak dan membuat dirinya kesakitan. Tidak tahan dengan rasa sakit yang dialaminya,

pria tersebut akhirnya memberi tahu ibunya, yang segera meminta bantuan paramedis. Dia mengira dengan kedatangan tim medis, maka dirinya bakal terbebas dari penderitaan. Namun dugaannya salah.

Penis laki-laki itu dilaporkan kondisinya lebih parah dari yang mereka duga, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit setempat. Sumber di rumah sakit mengungkapkan, mereka menggunakan pemotong listrik untuk melepas gembok dari kelamin pasien.

Selama proses operasi yang berlangsung selama 30 menit, mereka menyelipkan besi tipis untuk mencegah penisnya terpotong. Selain itu, mereka juga menuangkan air sedikit demi sedikit ke kelamin pria itu sebagai pelumas yang membuat proes pelepasan.

Sepanjang operasi, lelaki tersebut dilaporkan terus berteriak. Namun, dampaknya penisnya mengalami luka yang cukup serius. "Jika saja gemboknya tidak segera dicabut, kelaminnya akan makin parah terluka dan menyebabkan pembusukan," kata sumber itu.

Ibunya mengatakan, anaknya hampir berada di rumah selama pandemi Covid-19 dan tak keluar karena merasa khawatir. "Dia mengatakan dia melakukannya karena bosan dan suka memasukkan 'itunya' ke dalam gembok. Saya marah karena dia sudah membuat saya malu," kata si ibu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasukan Militan Taliban Bergabung Dengan Kelompok Al Qaidah Untuk Menyerang Pasukan di Panjshir

Christian Eriksen Resmi Berpisah Dengan Inter Mila

Malikah Shabaz Putri Dari Malcom X di Temukan Tewas di Rumahnya di New York City