Kemunculan Virus Nipah di India, Berawal dari Kelelawar ke Manusia

KeralaNegara bagian Kerala di India selatan tengah sibuk melakukan serangkaian tindakan untuk mencegah penyebaran wabah Nipah usai seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun meninggal dunia akhir pekan lalu karena infection Nipah.

Dilaporkan media India, bocah itu dibawa ke sebuah klinik di kota Kozhikode dengan gejala demam parah pada 29 Agustus 2021. Si bocah lalu dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar untuk mendapatkan perawatan.

Namun sayang, nyawanya tidak tertolong, ia dinyatakan meninggal pada 5 September 2021. Berdasarkan analisis sampel darah, bocah itu diduga terinfeksi infection Nipah.

Nipah adalah infection yang ditularkan kelelawar ke manusia. Itu dapat menyebabkan berbagai gejala mulai infeksi saluran pernapasan akut, kejang, koma, pembengkakan pada otak hingga meninggal dunia. Beberapa pasien juga infeksi tanpa gejala.

Virus dapat menyebar melalui kontak erat dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi, serta kontak dekat dengan orang yang terinfeksi di mana infection menyebar melalui droplet atau cairan tubuh, persis seperti infection corona SARS-CoV-2.

Kendati begitu, tingkat penularan infection Nipah relatif rendah dengan tingkat kematian tinggi sekitar 40 hingga 70 persen.

Saat ini, otoritas kesehatan setempat sedang memantau 54 kontak erat berisiko tinggi, termasuk keluarga bocah yang meninggal dan 30 petugas kesehatan yang kontak erat dengan bocah tersebut.

Untuk sementara, 11 orang menunjukkan gejala virus Nipah. Ironisnya, tidak ada pengobatan atau vaksin untuk menangani infeksi Nipah.

Nipah sendiri pertama kali diidentifikasi pada 1998. Kala itu, Nipah menyebar di Malaysia dengan 265 pasien mengalami gejala akut dan 105 lainnya dinyatakan meninggal dunia. Malaysia berhasil mengendalikan infection pada 1999, namun wabah lebih lanjut terus terjadi di Bangladesh dan India selama 20 tahun terakhir.

"Ini adalah ketiga kalinya Nipah terkena dampak di negara bagian. Sebelumnya pada 2018 dan 2019, infection Nipah terkonfirmasi," kata Layanan Kesehatan Kerala sebagaimana dikutip IFL Scientific research.

Infection Nipah bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan, menghindari kontak erat dengan hewan ternak, dan menjauhi habitat kelelawar. Wabah Nipah di Kerala muncul kala wilayah tersebut mencatat banyak kasus COVID-19.

Pada Senin kemarin, negara bagian India mencatat hampir 20.000 kasus COVID-19 dari overall harian India 31.222 kasus.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada kekhawatiran yang meningkat bahwa wabah Nipah yang parah dapat melanda Asia dan otoritas kesehatan memprediksi virus ini bisa menimbulkan pandemi international.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasukan Militan Taliban Bergabung Dengan Kelompok Al Qaidah Untuk Menyerang Pasukan di Panjshir

Christian Eriksen Resmi Berpisah Dengan Inter Mila

Malikah Shabaz Putri Dari Malcom X di Temukan Tewas di Rumahnya di New York City