Pertseturan Antara Jeff Bezos dan Elon Musk, Elon Mengatakan Jeff Bezos Mengundurkan Diri Demi Focus Menuntut SpaceX

JakartaPerseteruan dua orang terkaya di dunia, Jeff Bezos dan Elon Musk, kembali memanas. Belakangan, Musk mengejek keputusan Bezos pensiun dari Chief Executive Officer Amazon supaya bisa kerja full time menggugat perusahaan antariksa miliknya, SpaceX.

Ejekan Elon Musk ke Jeff Bezos ini bermula ketika jurnalis The Washington Post, Christian Davenport, nge-tweet laporan COMPUTER Mag. Berita tersebut menyebutkan bahwa Amazon mendesak Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk menolak rencana SpaceX meluncurkan klaster satelit net Starlink baru.

Cuitan tersebut pun disambar oleh Elon Musk untuk mengejek Jeff Bezos.

"Ternyata Besos pensiun untuk mengejar pekerjaan full time mengajukan tuntutan hukum terhadap SpaceX ...," kicau Musk, yang merupakan Chief Executive Officer SpaceX, Jumat (27/8). Starlink merupakan konstelasi satelit net dari SpaceX.

Jeff Bezos sendiri mundur dari CEO Amazon pada 5 Juli 2021, tepat saat raksasa shopping tersebut merayakan ulang tahun ke-27. Dalam surat pengunduran dirinya, Bezos menyebut bahwa keputusannya mundur dari CEO supaya bisa menghabiskan waktu untuk proyek sampingan.

"Menjadi Chief Executive Officer Amazon.com adalah tanggung jawab yang berat dan sangat menyita (energi dan waktu)," tulis Bezos. "Saat kamu memegang tanggung jawab besar ini, sulit untuk menaruh perhatian pada hal lain."

Perseteruan antara Amazon dan SpaceX soal satelit net bermula ketika SpaceX hendak meluncurkan satelit net generasi kedua.

Starlink saat ini didukung oleh sekitar 1.740 satelit dan melayani sekitar 90.000 pelanggan. Jaringan saat ini memberikan kecepatan unduh dari 50Mbps hingga 150Mbps atau lebih tinggi.

Nah, untuk meningkatkan jangkauan dan meningkatkan kecepatan web Starlink, SpaceX mengajukan izin kepada FCC untuk mengoperasikan klaster satelit baru yang terdiri dari hampir 30.000 satelit. Dalam izin tersebut, SpaceX mengajukan dua konfigurasi orbital, di mana salah satunya berfungsi sebagai back up.

Namun, menurut perusahaan konstelasi satelit internet Kuiper Systems, yang juga merupakan anak perusahaan Amazon, pengajuan tersebut bermasalah.

"Pendekatan baru SpaceX dalam mengajukan dua konfigurasi (orbital) yang saling eksklusif bertentangan dengan aturan Komisi dan kebijakan publik dan kami mendesak Komisi untuk menolak amandemen ini," tulis Mariah Dodson Shuman, selaku penasihat Kuiper Systems.

Shuman mengatakan bahwa dua konfigurasi orbital yang diajukan SpaceX bakal merepotkan driver satelit internet lain, termasuk Kuiper Solution yang belum meluncurkan satelit web apapun ke orbit Bumi. Dua konfigurasi orbital dari SpaceX, kata Shuman, akan menyebabkan "masalah gangguan dan puing-puing orbital".

"Oleh karena itu, Komisi harus menegakkan aturannya, menolak Amandemen SpaceX, dan mengundang SpaceX untuk mengirimkan kembali amandemennya setelah menetapkan satu konfigurasi untuk Sistem Gen2-nya," jelas Shuman.

Ini bukan kali pertama perusahaan yang dimiliki Jeff Bezos berseteru dengan perusahaan yang dimiliki Elon Musk.

Pada 18 Agustus lalu, perusahaan manufaktur antariksa Blue Origin yang dipimpin Jeff Bezos menggugat NASA ke Pengadilan Federal AS. Langkah ini diambil setelah badan penerbangan dan antariksa AS tersebut memilih SpaceX untuk kontrak misi peluncuran manusia ke Bulan pada 2024.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasukan Militan Taliban Bergabung Dengan Kelompok Al Qaidah Untuk Menyerang Pasukan di Panjshir

Christian Eriksen Resmi Berpisah Dengan Inter Mila

Malikah Shabaz Putri Dari Malcom X di Temukan Tewas di Rumahnya di New York City